Selasa, 23 April 2019

DKPP Ingatkan : KPU Jangan Coba Main-Main Dalam Rekapitulasi Suara

RAKYATBICARA.NET- Sebagaimana yang dikutip pada laman Merdeka.com, Sabtu (20/4/2019). Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengingatkan bagi para penyelenggara pemilu agar tak main-main dalam melaksanakan pemilu. Terlebih dalam melakukan rekapitulasi surat suara.
"Kami dari dewan kehormatan pemilu tentunya, selalu mengingatkan jangan coba main-main, khususnya bagi pemilu agar tidak ada pelanggaran kode etik," kata Anggota DKPP Alfitra Salam di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4).
"Jadi kami ingatkan sekarang ada proses rekap yang harus kami perhatikan dan juga ada proses penghitungan manual ya kan. Kami ingatkan kepada seluruh penyelenggara khususnya KPU RI, Bawaslu juga jangan coba main-main dalam rekapitulasi dan penghitungan real count ini," sambungnya.
Ia pun mengaku, pihaknya siap menindaklanjuti jika pelanggaran itu dilakukan oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) maupun dari pihak lainnya. Terlebih, pihaknya baru saja menindaklanjuti laporan yang terjadi di Malaysia.
"Kami dari DKPP siap menindaklanjuti kalau ada tindakan pelanggaran, kami segara melakukan proses praperadilan. Sekarang baru 1 masuk dari Malaysia segera akan kami lakukan praperadilan," ujarnya.
Dengan adanya hal itu, ia ingin agar Bawaslu dan KPU tetap bekerja sesuai dengan Standard Operasional Prosedur (SOP) dan tak keluar dari jalurnya.
"Kami dari DKPP 24 jam siap menerima laporan di jalan Thamrin, tentunya kami akan menindaklanjuti kami berharap KPU, Bawaslu masih dalam track record dan bekerja sesuai sebenarnya," pungkasnya.(r/b)

Editor : Media r/b

Jumat, 12 April 2019

Menyatakan Dukungan, Seorang Ibu Mengisahkan Saat Mendapatkan Pertolongan Bidan Hj. Kalmawati Saat Melahirkan Anaknya Yang Dinikahkan Pada Hari Ini.

RAKYATBICARA.NET - SINJAI, Menjelang Pileg 2019 yang sisa beberapa hari lagi digelar membuat konstalasi politik di sinjai semakin mengerucut.

Sejumlah dukungan dari beberapa Caleg kian mengalir, Seperti halnya dukungan masyarakat kepada salah satu Caleg dari Partai Gerekan Indonesia Raya (GERINDRA) Kab. Sinjai Hj. Kalmawati, S.ST yang sering disapa Bidan Kalma.

Hj. Kalmawati merupakan Caleg DPRD Kab. Sinjai dari Partai Gerindra yang menyasar Dapil 1 (Kec.Sinjai Utara, Kec. Bulupoddo dan Kec. Pulau Sembilan) berada pada Nomor Urut 3.
Dukungan ini datang dari seorang ibu yang telah lebih 20 tahun lalu mendapatkan uluran tangan dan kedermawanan dari Bidan Hj. Kalma saat menjalani persalinan saat itu.

Ibu Wati yang beralamat di Jl. Sungai Tangka Kel. Balangnipa Kec. Sinjai Utara menceritakan kepada awak media bahwa beliau sangat berterimah kasih sebesar-besarnya kepada ibu Bidan Hj. Kalma atas bantuannya saat menjalani proses melahirkan waktu itu.

"Dua anak saya lahir atas bantuan ibu Hj. Kalma dan tanpa sepeserpun saya berikan kepada beliau. Dimana saat melahirkan anak kedua saya, ibu Bidan Hj. Kalma waktu itu lagi berencana mau kepesta perkawinan tapi karna saat itu keadaan saya sangat kritis sehingga Ibu Bidan Hj. Kalma dengan memakai pakaian Pesta beliau sempatkan singgah untuk menolong saya pada waktu itu"ceritanya.

"Sampai saat ini, saya tidak pernah melupakan jasa-jasa ibu Bidan Hj. Kalma karena telah membantu saya dalam menjalani proses melahirkan tanpa meminta sepeserpun dan anak yang saya lahirkan itu kini telah saya nikahkan pada hari ini".ucapnya.

"Mengetahui ibu Hj. Kalma maju sebagai Anggota DPRD Kab. Sinjai, saya beserta keluarga mendukung sepenuhnya untuk menjadi Wakil Rakyat yang amanah di Sinjai, Semoga beliau bisa duduk menjadi anggota DPRD Kab. Sinjai"Harapnya.

Dimana pada hari ini Jum'at, (12/4/2019) ibu Wati telah melangsungkan pernikahan anak keduanya dikediamannya.

Kisah ibu Wati ini merupakan salah satu kisah dari ibu-ibu di Kab. Sinjai yang mengenal dan penah mendapatkan bantuan dan pertolongan dari tangan Bidan Hj. Kalmawati.

Semoga harapan ibu Wati ini bisa diikuti oleh ibu-ibu lainnya di sinjai khususnya ibu-ibu yang berada di Dapil 1 Sinjai.(fyn/rb)

Editor : Media r/b





Senin, 08 April 2019

Setelah Ikut Berjuang Menangkan SEHATI Pada Pemilukada Yang Lalu, Kini Kembali Berjuang Di Legislatif Untuk Mengawal Visi/Misi Bupati Sinjai

RAKYATBICARA.NET - SINJAI, Perhelatan pesta demokrasi di Indonesia sisa menghitung hari, dimana Pemilu 2019 ini telah menorehkan sejarah baru dalam perjalanan pesta demokrasi di Indonesia. 

Pasalnya, untuk pertama kalinya, pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden akan diselenggarakan secara bersamaan. Pemilu serentak tahun ini diikuti oleh 16 partai politik dan dua pasang calon presiden dan calon wakil presiden yang akan bertarung merebut suara rakyat pada 17 April 2019 mendatang.


Kontestasi politik di sinjai tahun ini di ikuti oleh sejumlah Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kab. Sinjai dari berbagai latar belakang dan profesi yang berbeda, salah satunya Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Sinjai Hj. Kalmawati, S.ST atau yang sering di sapa Bidan Kalma.

Bidan Kalma merupakan salah satu Caleg yang dipilih Partai Gerindra untuk menduduki kursi di DPRD Kab. Sinjai melalui Dapil 1 yang meliputi Kec. Sinjai Utara, Kec. Bulupoddo dan Kec. Pulau Sembilan dan bertengger pada Nomor Urut 3.
Nama Bidan Kalma ditelinga masyarakat sinjai sudah tidak asing lagi, kurang lebih 38 tahun mengabdi sebagai Bidan di sinjai telah banyak membatu masyarakat khususnya ibu-ibu yang menjalani proses persalinan.
Selain berprofesi sebagai Bidan dan ibu rumah tangga, Hj. Kalmawati juga mengelola usaha keluarga dibidang penyewaan perlengkapan perkawinan yang diberi nama CV. Rezki Darma yang beralamat di kediamannya sendiri di Jl. Jend. Sudirman Sinjai.
Bidan Kalma juga diakui sebagai salah satu kader Partai Gerindra yang loyal dan turut berkontribusi dalam memenangkan pasangan Sehati pada pemilukada Sinjai yang lalu. Sehingga keinginannya maju sebagai anggota legislatif DPRD Kab. Sinjai hanya untuk mengabdi serta mengawal visi/misi Bupati Sinjai dan memperjuangkan apa yang menjadi hak masyarakat sinjai bila beliau terpilih nantinya sebagai Anggota DPRD Kab. Sinjai.(fyn/rb)

Editor : Media r/b





Senin, 25 Maret 2019

Hasil Visum Forensik : Penyebab Kematian, Tulang Leher St. Zulaeha Patah

RAKYATBICARA.NET - Fakta baru pembunuhan pegawai cantik Universitas Negeri Makassar (UNM) St. Zulaeha terungkap. Hasil visum dokter Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar menyebutkan, Zulaeha tewas karena tulang lehernya patah.

Dokter juga menemukan luka bekas pukulan benda tumpul di kepala bagian belakang korban. Pipi dan paha korban juga mengalami memar bekas pukulan benda keras.

Hal ini diungkapkan AKBP Shinto Silitonga dalam Press Conferencenya di Polres Gowa Minggu (24/03/2019). Shinto menjelaskan, Zulaeha terpaksa meregang nyawa setelah dicekik di pangkal leher kemudian dihantam batu cincin.

“Pelaku melakukan penekanan pada batang leher dengan menggunakan tenaga luar biasa yang mengakibatkan patahnya tulang leher sehingga menghambat pernafasan, tetapi kami juga telah mengidentifikasi beberapa luka lainnya di belakang kepala, disitu ada beberapa kali hantaman benda tumpul dan uniknya dalam gelar perkara dan hasil otopsi ditemukan luka yang tidak merata lebamnya pada tengkorak kepala bagian belakang korban yang diakibatkan batu cincin” paparnya.
Adapun motif dari Wahyu Jayadi adalah emosi sesaat dengan melampiaskan emosi tidak terkontrol akibat keinginan korban untuk mencampuri urusan tersangka.
“Tidak ada motif asmara, sampai saat ini kami belum melihat adanya perencanaan dan saat ini masih didalami” ungkapnya.(fyn/rb)

Editor : Media r/b

Minggu, 24 Maret 2019

Titik Terang, Detik-Detik Kematian ST. Zulaeha Korban Pembunuhan Doktor Wahyu

RAKYATBICARA.NETKasus pembunuhan warga Kabupaten Gowa, Sulsel, Zulaeha Djafar, akhirnya terungkap. Dokter W yang awalnya diduga kuat terlibat pembunuhan wanita cantik di Gowa Sulawesi Selatan itu, perlahan mengakui perbuatannya. Lalu, bagaimana detik-detik pembunuhan itu terjadi?

Pasca kejadian pada Jumat, 22 Maret, Resmob Polda Sulsel mendapatkan informasi Zulaeha langsung olah TKP pukul 10.15 Wita, mencari jejak. Periksa saksi di sana yang melihat pertama.

Setelah periksa dapat identitas korban, dia pegawai di UNM. Polisi ke Kampus UNM Phinisi setelah salat jumat, mencari tau rekan-rekan korban yang dekat. Di sana ada tiga orang diinterogasi termasuk dengan sekuriti.

Dari situ ditau siapa yang sering ditemani Zulaeha. Termasuk Wahyu Jayadi. Dari situ diketahui keberadaannya di RS Bhayangkara.

Pelaku di Bhayangkara berada sebelum salat Jumat, dia juga salat Jumat di masjid Bhayangkara. Diamankan untuk pemeriksaan pada pukul 14.45 Wita. Sampai sore pemeriksaannya dan kembali lagi ke RS Bhayangkara
Pukul 19.00 Wita dibawa lagi ke posko Resmob untuk diinterogasi sampai pukul 23.00 Wita baru diakui dia melakukan hal itu.

Setelah itu polisi langsung melakukan pra rekonstruksi.

Zulaeha keluar dari kampus pukul 17.00 Wita. Janjian ketemu di depan Telkom. Ada dua mobil. Mobil pelaku dan korban. Pelaku kemudian tidak mau bicara persoala kantor di depan Telkom. Makanya jalan keluar barengan dua mobil masuk di parkiran depan UIN Aluddin, tepatnya warkop Ilham.

Disitu pelaku naik di mobil korban, dan mobilnya disimpan depan UIN. Jalan terus mengarah samping Polsek Rappocini tembus patung massa. Diajak keliling.

Masuk di Jl Manggaruppi Raya, masuk lagi di Jl Datu Paggentungan terus ke Jl Macanda. Disitu cekcok dalam mobil dan sudah mulai keras cekcoknya.

Di Jl Macanda pukul 22.00 Wita langsung berhentikan mobil, tiba-tiba naik emosinya karena korban sempat mengenai mukanya menggunakan tangan (bukan ditampar) yang membuat pelaku langsung dia cekik lehernya dari samping pakai dua tangan Korban sempat melawan. Makanya ada bekas cakaran ditangan pelaku. Lamanya di Macanda 20 menit hingga Zulaeha meninggal.

Kemudian, terus jalan menuju poros Samata. Di tengah perjalanan korban yang sudah meninggal kepalanya keluar di jendela. Pelaku menggunakan sabuk pengaman agar tidak goyang-goyang lagi
Pelaku lanjut lagi perjalanan ke Dusun Japing di depan Perumahan Bumi Zarindah.

Sempat dilewati perumahan baru kembali dan parkir depan ruko tempat ditemukannya Zulaeha. Pelaku pusing mau kabur. Matikan mobil, kasih naik semua kaca. Kunci dari dalam. Kuncinya masih di dalam mobil.
Pelaku mau kabur, dia berpikir harus merubah kejadian seolah-olah kasus perampokan.

Makanya kembali ambil hp dan surat-surat tapi mobil sudah terkunci. Pelaku memukul kaca sebelah kiri tidak bisa juga pecah, makanya ambil batu besar kasi pecah kaca, dan langsung naambil surat-surat dan hp korban.

Setelah diambil hp dan surat-surat jalan keluar di Jl Raya Poros Samata menahan pengendara pakai logat Jawa. “Tolong aku diantar sampai bundaran hertasning,” katanya ke pengendara yang ditahan.
Di perjalanan surat-surat yang diambil dibuang di tengah sawah. Surat-surat penting.

Sampai di hertasning pakai bahasa Makassar. “Kulleka diantara sampai Jl Pettarani,” lanjut minta tolong kepada pengendara.

Di jl Hertasning belok kiri menuju Jl tidung tembus Goro. Lalu tembus ke Jl Raya Pendidikan mengarah ke luar. Di Jl Raya Pendidikan singgah ambil batu, dan menghancurkan Iphone X korban. Hancur dan buang bangkainya di selokan Pettarani.

Setelah itu diantar lagi sama pengendara pergi ambil mobilnya di depan UIN Alauddin. Baru pulang ke rumahnya manggaruppi pada pukul 01.00 Wita.

Dia pantau terus hpnya, pantau berita, dia cek grup belum juga ada kabar korban ditemukan. Pukul 03.00 Wita bangun lagi pantau medsos dan berita.

Paginya setelah mandi antar anaknya ke sekolah dua orang, istrinya juga mengantar anaknya dua orang. Wahyu ounya empat anak dan masuk kampus setelah antar anak. Disitu diliat media sosial sudah ditemukan mobilnya Zulaeha.

Ibu tiri Zulaeha telepon suaminya, karena Zulaeha belum pulang. Suami korban telfon Wahyu Jayadi menanyakan keberadaan istrinya. Pengakuannya belum ada masuk kampus, tempat parkirnya juga masih kosong.
Tak berselang lama Wahyu mengajak semua civitas karyawan UNM ke RS Bhayangkara. Kedatangannya untuk melihat jenazahnya. Ada Wakil Rektor datang dan Humas UNM.

Meski demikian, Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga menyatakan bahwa pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut.
Kapolres Gowa AKBP Sinto Silitonga membantah informasi yang beredar bahwa ada hubungan asmara dalam kasus tewasnya Zulaiha Djafar, pegawai UNM.

“Menurut pengakuan tersangka, tidak ada hubungan asmara. Yang ada murni ketersinggungan dan tidak mampu menahan emosi saat terjadi cekcok keduanya,” ujar Sinto saat menggelar konferensi pers di Polres Gowa, petang tadi.(fyn/rb)


Editor : Media r/b

Sabtu, 23 Maret 2019

Kronologi Penemuan Mayat Perempuan Asal Sinjai Dalam Mobil Di Kab. Gowa.

RAKYATBICARA.NET - Kronologi penemuan mayat perempuan asal sinjai di dusun japing Desa Sunggumanai Kec. Pattallassang Kab. Gowa. Dimana mayat perempuan tersebut diketemukan di dalam sebuah mobil yang terparkir di depan sebuah gudang.

Berdasarkan laporan awal kepolisian menerangkan bahwa
Pada hari jum'at (22/3/2018) sekitar pukul 08.30 wita bertempat Dusun Japing Desa Sunggumanai Kec. Pattallassang Kab. Gowa telah ditemukan mayat perempuan dengan identitas belum diketahui dalam mobil jenis Daihatsu Terios warna biru DD 1472 AM.

Kejadian penemuan ini berdarkan keterangan saksi An. Rusdi warga Kec. Pallangga Kab. Gowa datang kegudang milik BTN Zarindah dan melihat mobil yang terparkir dekat gudang dalam keadaan kaca pintu mobil sebelah kiri pecah, selanjutnya saksi melihat perempuan yang duduk dikursi depan pada bagian sebelah kiri dalam keadaan tidak bernyawa dan terdapat sabuk pengaman pada leher korban.

Melihat kejadian itu, saksi kemudian menuju ke perumahan Zarindah dan memberitahukan kepada salah satu pekerja bagunan An. Dg. Tawang bahwa ada orang meninggal didalam mobil, selanjutnya Dg. Tawang bersama saksi memberitahukan kejadian tersebut ke kepala Dusun Japing, kemudian kepala Dusun menyampaikan kejadian ini kepada kepala Desa Sunggumanai Muh. Rifai.

Mendengar kejadian tersebut, pihak kepolisian dalam hal ini personil Polsek Bontomarannu dan Polsubsektor Pattallassang mendatangi dan mengamankan TKP dengan melakukan pemasangan Police Line dan mencatat identitas saksi.

Sekitar pukul 11:50 wita, Tim DVI Polda Sulsel bersama Inafis Polres Gowa melakukan olah TKP yang dipimpin langsung Kapolres Gowa AKBP. Shinto Silitonga, S.I.K, M.Si.

Bersasarkan hasil olah TKP diketahui identitas korban An. Sitti Zulaeha Djafar, ST, Kelahiran Sinjai, umur 39 Tahun,  Alamat Moroesyah Anugrah Blok A/6 Sudiang Raya Kota Makassar. 

Adapun ciri-ciri korban tinggi 160 cm, rambut hitam lurus sebahu, kulit kuning langsat, pakaian corak batik merah, rok panjang hitam, mengenakan cincin di jari tengah tangan kanan motif perak, tangan kiri gunakan jam tangan warna emas, memakai gelang warna emas dan menggunakan cincin warna emas pada jari telunjuk.

Sekitar pukul 13:00 wita, mayat korban dibawa ke RS. Bhayangkara Makassar untuk dilakukan autopsi, sedangkan barang bukti mobil Daihatsu Terios dibawa dan diamankan  di Mako Polres Gowa.

Editor : Media R/b.

Kamis, 21 Maret 2019

Andi Mursila. AM : Kekompakan & Kerja Sama Tim serta Relawan Solusita Harus Tetap Terjaga

RAKYATBICAR.NET - SINJAI, Menjelang Pileg dan Pilpres yang digelar 17 April 2019 sisa menghitung hari. Sejumlah persiapan para kontestan sudah nampak terlihat.

Seperti halnya Andi Mursila. AM, salah satu Caleg yang dipilih Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menduduki kursi DPRD Kab. Sinjai dan menjadi Wakil Rakyat yang Amanah.
Andi Mursila yang ditemui di kediamannya saat memimpin rapat pemantapan strategi pemenangan dengan sejumlah Tim dan Relawan Solusita, Rabu (20/3/2019) menyampaikan bahwa dengan kerja keras tim dan relawan solusita serta dukungan masyarakat Dapil 2 Sinjai saya bisa duduk dikursi Wakil Rakyat nantinya.

Acara pertemuan ini terlihat konsultan politik Andi Mursila memberikan materi dan pembekalan kepada sejumlah tim dan relawan solusita yang hadir ditempat tersebut.
"Saya menghimbau agar tim dan relawan solusita dalam menjalankan tugas pemenangan ini untuk tetap menjaga kekompakan dan saling bekerja sama dalam meraup dukungan masyarakat".pesannya.

"Saya sangat berharap dukungan masyarakat sinjai khususnya masyarakat Kec. Sinjai Timur dan Kec. Tellulimpoe untuk memberikan dukungannya pada tanggal 17 April 2019 di TPS masing-masing, karena adanya dukungan dari masyarakat Dapil 2 Sinjai saya bisa duduk dikursi Wakil Rakyat DPR Kab. Sinjai untuk memperjuangkan Hak Rakyat Dapil 2 Sinjai nantinya".tutupnya.(fyn/rb)

Editor : Media r/b

Selasa, 19 Maret 2019

KALMAWATI, S.ST : Tugas Sebagai Wakil Rakyat Tidak Ringan

"Tanpa ada dukungan dari masyarakat tidak mungkin kita bisa menjadi wakil rakyat.
Masyarakat adalah sebagai penentu apakah kita bisa menjadi wakil rakyat atau tidak"

RAKYATBICARA.NET - SINJAI, KALMAWATI, S.ST atau yang biasa disapa Bidan Kalma merupakan Calon Anggota Legislatif DPRD Kab. Sinjai dari Partai Gerindra, siap mengabdi untuk masyarakat Sinjai dan akan menjadi Wakil Rakyat yang amanah.

Kalmawati adalah salah satu Calon Legislatif (Caleg) yang dipilih Partai Gerindra untuk menduduki kursi DPRD Kab. Sinjai
Kalmawati Caleg dengan Nomor Urut 3 Dapil 1 meliputi Kec. Sinjai Utara, Kec. Bulupoddo dan Kec. Pulau Sembilan saat ditemui dikediamannya, menyampaikan bahwa dia maju untuk memperjuangkan apa yang menjadi Hak Rakyat.

"Menjadi Wakil Rakyat adalah supaya saya bisa mengabdi untuk kepentingan Rakyat khususnya masyarakat Dapil 1 dan umumnya masyarakat Kab. Sinjai.

"Tambahnya, tanpa adanya dukungan dari masyarakat tidak mungkin kita bisa menjadi Wakil Rakyat, karena masyarakat adalah sebagai penentu apakah kita bisa menjadi Wakil Rakyat atau tidak".tegasnya.

"Jika nanti saya ditakdirkan menjadi Anggota DPRD Kab. Sinjai, saya tidak akan melupakan masyarakat, karena merekalah yang memilih dan menjadi jembatan yang membuat saya bisa duduk di kursi Dewan nantinya".ujarnya.

"Kita harus peduli kepada masyarakat, karena Wakil Rakyat adalah pembawa Amanah Rakyat, tugas yang tidak ringan karena ada keterkaitan Amanah dengan Suara Tuhan, sehingga kita wajib memperjuangkan apa yang menjadi hak rakyat".tutupnya.(Fyn/rb)

Editor : Media r/b


Minggu, 17 Maret 2019

'Mammatua' Salah Satu Rangkaian Perkawinan Adat Bugis

RAKYATBICARA.NET - SinjaiDalam upacara perkawinan adat masyarakat  Bugis yang disebut ”Appabotting” terdiri atas beberapa tahap kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan rangkaian yang berurutan yang tidak boleh saling tukar menukar, kegiatan ini hanya dilakukan pada masyarakat Bugis yang betul-betul masih memelihara adat istiadat.

Salah satu rangkaian dalam perkawinan adat bugis yaitu Mammatua. Mammatua merupakan salah satu prosesi adat bugis yang di laksanakan setelah ijab kabul pernikahan. Mammatua adalah dimana mempelai pria memperkenalkan mempelai perempuan dengan orang tua dan keluarga mempelai pria, serta sujud kepada mertua. Dalam acara ini mempelai perempuan akan diberi hadiah atau cenramata dapat berupa cincin, gelang, kalung yang terbuat dari emas atau batu yang berharga.
Pada masyarakat Bugis sekarang ini masih kental dengan kegiatan tersebut, karena hal itu merupakan hal yang sewajarnya dilaksanakan karena mengandung nilai-nilai yang sarat akan makna, diantaranya agar kedua mempelai dapat membina hubungan yang harmonis dan abadi, dan hubungan antar dua keluarga tidak retak.
Acara bahagia ini dirasakan keluarga besar bapak Syafruddin Faisal dan Keluarga (Alma) Lawiah dimana pada, Senin (4/3/2019) telah melangsungkan pernikahan putri sulungnya Rezky Ekawati Syafruddin melalui prosesi adat bugis dikediamannya Jalan Amanagappa Kel. Balangnipa Kec. Sinjai Utara Kab. Sinjai yang kemudian dilanjutkan dengan acara adat mammatua dengan orang tua dan keluarga mempelai pria.

Adat istiadat merupakan sesuatu hal yang sangat berharga dalam suatu kelompok masyarakat, olehnya itu, sangat disarankan agar setiap masyarakat mempertahankan, menjaga dan memelihara adat istiadat tersebut agar tetap ada sampai kapanpun.(fyn-RB)

Editor : Media r/b




Senin, 11 Maret 2019

BPN Pindahkan Posko Pemenangan, Jawa Tengah & Jawa Timur Penentu Hasil Akhir. Elektabilitas Prabowo-Sandi Unggul Tipis dari Jokowi-Ma'ruf

RAKYATBICARA.NET - SINJAI, Seperti yang diberitakan oleh Tribunnews.com, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin mengklaim bahwa elektabilitas pasangan Capres-Cawapres yang diusungnya telah menyalip pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Menurutnya, pasangan Prabowo-Sandi kini unggul tipis dari pasangan petahana. Oleh karena itu menurut Suhud hasil akhir Pemilu Presiden 2019 akan ditentukan oleh hasil di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Penentu hasil akhir akan ditentukan pertarungan di Pulau Jawa. Terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur. Oleh karena itu kami memindahkan posko pemenangan untuk memastikan kemenangan di Pulau Jawa," katanya saat dihubungi, Jumat, (8/3/2019).
Selain itu hasil akhir Pemilu Presiden, akan ditentukan oleh hasil debat ketiga, ke empat dan ke lima yang diselenggarakan oleh KPU. Debat tersebut akan mengubah perepsi masyarakat terhadap pasangan Calon.

"Kami juga akan berjuang memastikan swing voters tidak golput dan menjatuhkan pilihan ke pasangan Prabowo-Sandi," katanya.

Sebelumnya Suhud menyebut bahwa hasil survei elektabilitas Capres-Cawapres Pemilu 2019 yang dilakukan oleh SPIN tidak jauh berbea dengan survei internal BPN. Adapun hasil survei SPIN elektabilat Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi hanya terpaut 8 persen.

"Hasil survei SPIN memiliki kemiripan dengan hasil internal kami. Namun, hasil survei internal kami elektabilitas Prabowo-Sandi memasuki bulan Maret sudah unggul tipis," ujar Suhud.

Suhud mengatakan secara kesluruh survei menunjukan bahwa elektabilitas Jokow-Ma'ruf stagnan pada angka 50 persen. Sementara itu tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi terus merangkak naik.

Suhud menambahkan naiknya elektabilitas Prabowo-Sandi, disebabkan oleh berubahnya sikap swing voters yang disebabkan oleh intensifnya kampanye Sandiaga Uno.
"Sebaliknya trend elektabilitas Prabowo-Sandi yang terus naik yang disebabkan oleh kampanye yang dilakukan oleh Pak Sandi Uno. Jarak selisih yang tidak terlampau besar, yang kemungkinan akan berubah oleh sikap pilihan dari swing voters di saat pencoblosan," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh juru bicara BPN, Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia mengatakan bahwa di bulan Maret, tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi, menyalip Jokowi-Ma'ruf.
"Survei internal, kita sudah crosing, sudah unggul," pungkas Dahnil.(Media R/B)


Editor : Media r/b

SILATURAHIM KELUARGA BESAR ARU BULO-BULO BARAT TERAKHIR H. ANDI MOERI

Andi Muh. Amin Mattalitti Kr. Peke Silaturahim ini laksanakan sebagai bentuk mengenang kembali sejarah kultur Puatta/Aru Bulo-Bu...